Breaking News
Loading...
Monday, June 13, 2016

Kajian I Divisi Geotermal FORGI FTUI 2016: Geothermal Energy Overview

10:01:00 PM

Indonesia merupakan negeri hijau dengan kekayaan alam yang melimpah ruah di dalamnya. Bahkan Indonesia merupakan negara kaya akan sumber energinya. Salah satu energi yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa adalah energi panas bumi atau disebut pula energy geothermal. Geothermal diambil dari 2 kata Bahasa yunani yaitu geo yang berarti bumi dan termal berarti panas,namun secara teknis geothermal merupakan hasil interaksi  (konduksi) antara batuan panas dengan fluida sehingga dari adanya interaksi tersebut menghasilkan panas yang dapat dimanfaatkan bagi manusia. Begitu besarnya energy yang telah diberikan membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan resource geothermal terbesar di dunia, dimana 40% (29 Gw) potensi panas bumi dunia berada di kaki negeri kita tercinta ini. Potensi energi panas bumi di Indonesia juga erat kaitannya dengan letak Indonesia di antara dua lempeng mayor (lempeng Pasifik dan Asia) serta lempeng minor (lempeng Filiphina). Indonesia yang terletak di pertemuan tiga lempeng aktif ini memungkinkan panas bumi dari dalam bumi ditransfer ke permukaan melalui sistem rekahan berdasarkan data PT. Pertamina diketahui bahwa potensi terbesar geothermal berada pada sepanjang daerah Sumatra, jawa,serta sulawesi dimana ketiga daerah ini berada pada jalur batas lempeng sehingga potensi geothermal pada daerah ini sangatlah tinggi.


Gambar 1 Peta Persebaran titik panas bumi di Indonesia
Sumber: Data milik PT.Pertamina Geothermal Energy (PGE)

                Komponen utama sistem panas bumi terdiri dari sumber panas, permeabilitias, batuan reservoir, batuan penudung, dan fluida . Bukti-bukti keberadaan komponen utama sistem panas bumi dapat terlihat dari sumber mata air panas, fumarol dan steam vent, kolam lumpur panas, dan permukaan hangat (warm ground).

Klasifikasi sistem geothermal dapat dibedakan bedasarkan aliran panasnya (menurut Hochstein,1992), temperatur / enthalphy-nya, dan tipe fluida.Berdasarkan aliran panas nya, klasifikasi sistem dibedakan menjadi sistem konvektif (sistem volkanik geothermal) , sistem non-konvektif (sistem geopressure), dan sistem lainya (sistem hot dry rock) . Klasifikasi sistem panas bumi berdasarkan enthalphy-nya dibagi menjadi 3 jenis, yaitu low enthalphy resources, intermediete enthalphy resources, dan high enthalphy resources. Pembagian jenis sistem panas bumi berdasarkan tipe fluida nya dibedakan menjadi tipe dominasi air, tipe dominasi uap, dan tipe 2 fasa (air dan uap).

Alur kegiatan penyelidikan dan pengembangan panas bumi diawali dengan penyelidikan pendahuluan menentukan sumber daya spekulatif kemudian dilakukan penyelidikan pendahuluan lanjutan menentukan sumber daya hipotesis lalu melakukan penyelidikan terperinci guna menentukan cadangan terduga. Langkah selanjutnya yaitu melakukan pengeboran eksplorasi (wildcat) kemudian dilakukan prastudi kelayakan hingga menemukan cadangan mungkin. Pengeboran delinasi dan study kelayakan dilakukan untuk menemukan cadangan terbukti yang kemudian dilakukan pengeboran pengembangan hingga pemanfaatan panas bumi. Pada tahap eksplorasi sumber daya geothermal, tim geosains berperan sangat penting dalam melokalisir prospek geothermal dan memperkirakan cadangan geothermal yang ada.

Pemanfaatan energi geothermal dibedakan menjadi pemanfaatan langsung (direct use) dan pemanfaatan tidak langsung (indirect use). Pemanfaatan langsung (direct use) adalah pemanfaatan langsung panas yang terkandung pada fluida panas bumi untuk berbagai keperluan. Penerapan pemanfaatan langsung energi panas bumi di Indonesia antara lain sistem pengeringan industri pangan, pemandian air panas, incubator, steam generator, dan pemanfaatan pada green house farming. Di Negara New Zealand panas bumi dimanfaatkan langsung dalam sistem rumah sakit untuk pemanas ruangan, untuk spa, untuk laundry, heating system (HE Plat), pengeringan kayu. Sedangkan pemanfaatan tidak langsung (indirect use) yaitu panas yang dihasilkan dari fluida panas dikonversikan menjadi energi listrik seperti pada pembangkit listrik tenaga geothermal.

Energi geothermal merupakan energi baru terbarukan yang memiliki cakupan ilmu yang luas dan dalam proses pembuatannya dibutuhkan beberapa ahli dari berbagai bidang disiplin ilmu.  

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer