Breaking News
Loading...
Saturday, October 3, 2015

Runner-Up's Essay : "Menghemat Energi" (by Rio A. Fajarin)

10:06:00 PM

Menghemat Energi
Oleh Rio Agustian F
Divisi Geothermal

Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha (kerja) atau melakukan suatu perubahan. Banyak kegiatan dan aktivitas manusia yang dapat mempengaruhi keseimbangan energi dalam kehidupan. Untuk tetap menjaga keseimbangan energi, kita dapat menghemat energi seperti menggunakan transportasi publik , mematikan lampu serta meminimalisir penggunaan plastik. 

Transportasi publik adalah alat yang digunakan oleh pemerintah untuk mengurangi kepadatan lalu lintas serta mengurangi emisi karbondioksida(CO2). Menurut Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama(Ahok) melalui CNN Indonesia(Jumat,09 januari 2015) mengatakan bahwa"Di Hong Kong 90 persen pergerakan orang pakai transportasi umum, di Singapura dan Mumbai, India hampir 50 persen. Jakarta saja yang paling kacau, baru 20 persen lebih,". Masyarakat jakarta masih lebih memilih menggunakan transportasi milik pribadi yang dianggap lebih mudah dan cepat namun karena ini kadar karbondioksida di jakarta menjadi semakin tinggi. Dampak dari ini adalah meningkatnya suhu di jakarta,penggunaan bahan bakar minyak(BBM) yang semakin tinggi,semakin padatnya lalu lintas serta menurunnya kadar kesehatan bagi masyarakat jakarta. Oleh karena itu, menggunakan transportasi publik merupakan salah satu langkah yang mudah dan bijak untuk menghemat energi. 

Mematikan lampu adalah salah satu cara untuk menghemat energi. Menurut data di earth hour,apabila 10 %penduduk jakarta mematikan satu jam listrik secara serentak maka akan menghemat kosumsi listrik sebesar 300 MWH atau setara mematikan satu pembangkit listrik dan menyalakan 900 desa. Energi yang dihasilkan ini sangat besar dan sebaiknya kita mematikan lampu apabila sudah digunakan untuk menghemat energi listrik. 

Meminimalisir penggunaan plastik adalah hal yang bisa kita lakukan mengingat sekarang semakin banyaknya penggunaan plastik. Plastik adalah bahan yang ringan dan kuat namun sulit terurai di alam. Menurut catatan Kementerian Lingkungan Hidup, seseorang setiap harinya menghasilkan sampah sebesar 0,8 kg, dan 15% diantaranya adalah sampah plastik. Dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia sekitar 220 juta jiwa, maka sampah plastik yang dihasilkan mencapai 26500 ton per hari. Tidak bisa dibayangkan berapa besar jika sampah sebanyak itu ditumpuk di suatu tempat, dan itu dalam waktu sehari. Selain itu, racun dari plastik ketika masuk ke tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai seperti cacing dan ketika di laut hewan hewan seperti lumba-lumba dan anjing laut menganggap bahwa plastik adalah makanan dan kemudian mati karena tidak dapat mencernanya. Untuk itu,hal yang kita bisa lakukan adalah meminimalisir penggunaan plastik seminimal mungkin dan membuang sampah plastik pada tempat yang telah disediakan. 

Banyak kegiatan manusia untuk menjaga bumi agar tetap dapat menjaga keseimbangan bumi dengan cara menggunakan transportasi publik, mematikan lampu apabila telah digunakan dan meminimalisir penggunaan plastik. Apabila cara ini dilakukan dan terus dilakukan maka bukan hal yang mustahil bahwa kita masih bisa mengwariskan bumi kepada anak cucu kita di kemudian hari.

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer