Breaking News
Loading...
Saturday, October 11, 2014

EKSPLORASI ITU BUKAN HANYA NGEBOR!!!!

2:40:00 AM
 

Biaya pemboran bisa jadi mencapai 95% dari keseluruhan biaya eksplorasi, dan sisanya yang 5% merupakan biaya pra-pemboran termasuk seismic, g&g study, lokasi, dan sebagainya; tetapi sebenarnyalah resiko eksplorasi atau –sebaliknya- peluang suksesnya: bisa sampai 95% ditentukan oleh penentuan titik bor (pekerjaan pra-pemboran), sementara 5% sisanya ditentukan oleh proses pemborannya.

Sederhananya: TEMUAN (PERANGKAP) MIGAS RAKSASA SEBENARNYA SUDAH DAPAT DIKETAHUI PADA WAKTU MENENTUKAN TITIK BOR. PROSES PEMBORAN ITU HANYA MENGKONFIRMASIKANNYA. Meskipun banyak juga yang menyatakan – menekankan bahwa : ALL PROSPECTS LOOK GOOD UNTIL YOU DRILL THEM, yang artinya: eksplorasi itu ya ngebor itulah!!!! Tanpa ngebor, kita hanya berangan-angan saja. Itu ada benarnya, tapi jangan lupa juga: bahwa NOT ALL PROSPECTS LOOK GOOD IF WE DIDN’T DO THE PROPER PROSPECT HUNTING PROCEDURE!!!! Nah, usaha untuk membuat prospects yg looks good itulah yang harusnya JUGA KITA TEKANKAN, jangan hanya NGEBORNYA saja.

Sayangnya, tidak terlalu banyak yang dilakukan oleh pemerintah kita dalam usaha MEMBUAT PROSPEK2 BARU YG LOOKS GOOD yang usaha otaknya 95% tapi hanya berbiaya 5% itu. Kita selalu terlalu sibuk “overwhelmed” alias terkagum-kagum, terbengong-bengong dan sekaligus terkaget-kaget dengan PEMBORAN eksplorasi yang hi-tech dan biayanya naudjubilah itu (di laut dalam kemaren ada yang ngebor sampai habis 250juta dollar dan gak dapet migas komersial). Dan sebagai efek ikutan dari “being overwhelmed” itu, kemudian kita mengidentikkan bahwa EKSPLORASI = NGEBOR YANG MAHAL DAN BERESIKO GAK DAPET MIGAS!! Padahal, seperti diungkapkan di statemen awal di atas, kalau kita cukup tekun (gak perlu smart-smart bangetlah, cukup tekun saja) untuk mengerjakan PR pra-pemboran yang 95% pake otak tapi biayanya cuma 5% itu, maka kita akan dapat meningkatkan peluang untuk mendapat cadangan-cadangan RAKSASA baru dengan konsep2 baru dan tentunya data2 baru.

Untuk mengerjakan yang 95% usaha otak tapi berbiaya 5% saja itu kita perlu perbanyak riset geosains (geologi-geofisik) termasuk diantaranya adalah riset2 tektonik di Indonesia. Coba periksa, apakah ada konsep2 baru tentang tektonik Indonesia yang revolusioner diudarakan oleh geosaintist Indonesia setelah era Prof Katili – Prof Sukendar Asikin? Nope!! Yang ada juga : dominasi kelompok ahli dari luar semua seperti Robert Hall, Metcalf, Ian Deighton, dkk yang terus menerus berinteraksi dengan industry mendapatkan data-data SPECULATIVE SURVEY untuk dianalisis mendukung dan menajamkan teori2 baru mereka tentang Tektonik di Indoensia. Dan dari proses dan hasil dari pekerjaan mereka itu semualah maka ditemukan “struktur2” baru (bahkan dengan ukuran raksasa) di Indonesia timur yang cukup berharga untuk dikejar oleh para eksplorasionis dalam bentuk Block Acquisition dan ultimately: Pemboran Eksplorasi yang “mahal” itu.

Lalu dimana / kemana para professor ahli tektonik – geologi kita? Mana riset2 mereka? Untuk itulah maka saya tulis uneg-uneg ini. Kita sudah kehilangan elan riset geologi dasar kita: Tektonika, Basin Analyses, Sedimentologi, Stratigrafi, dsb. Professor2 geosains kita mungkin sibuk dengan pekerjaan2 dari industry (migas) yang kebanyakan berupa pengerjaan teknis cadangan2 yang sudah ketemu saja.

Untuk cadangan2 yang belum diketemukan, ide2 baru dimana akan ada sumberdaya2 baru raksasa yang patut untuk kita kejar, dsb dsb : para ahli kita LUPA atau TIDAK MAMPU untuk mengerjakannya. Lupa bahwa itu semua baru akan ada kalau kita melakukan riset2 dasar seperti yang dilakukan oleh para ahli luar itu. Lupa bahwa jarak antara riset dasar geosains dengan aplikasi di bidang ekstraksi sumberdaya kebumian itu DEKAT SEKALI, hanya sejengkal barangkali. Kalau kita punya konsep tektonik yang bagus, konsep cekungan yang mantabh, dan menguasai stratigrafi-sedimentologi daerah2 yang bahkan belum ada data seismiknya, maka kemungkinan besar kita tidak akan ragu2 mengusulkan akuisisi data geofisika di sana, yang kemungkinan memperbesar peluang menemukan cebakan2 migasnya yang lebih besar, dst.

Untuk mengingatkan para ahli itu, para professor di Perguruan Tinggi dan Lembaga2 Riset, dan juga para pengambil kebijakan di negeri ini, maka saya tulis himbauan ini. Bahwa Eksplorasi (migas) itu bukan hanya NGEBOR. Eksplorasi itu juga riset2 dasar geologi: tektonik, cekungan, sedimentologi, stratigrafi, yang selama ini dilupakan oleh para eksplorasionis Indonesia. Eksplorasi itu juga berarti mengakuisisi data lapangan baru, baik data geofisika, maupun data geologi. Pemetaan geologi lapangan, melihat ururt2an batuan kembali di lapangan, melacak model2 struktur dari singkapan2, juga termasuk hal yang harus dilakukan untuk dapat keluar dengan ide2 besar tektonika cekungan, sehingga dapat mengusulkan: dimana lagi bisa kita dapatkan CADANGAN2 RAKSASA MIGAS Indonesia.

Ayo bergerak semua!!!!

ADB
Geologist Merdeka
Di Dewan Energi Nasional

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer