Breaking News
Loading...
Saturday, October 11, 2014

Bantaeng Industrial Park, Industri Smelter Terbesar di Dunia

3:00:00 AM

Bantaeng Industrial Park diklaim merupakan satu-satunya kawasan industri smelter modern terbesar di Indonesia. 8 perusahaan internasional sudah bersepakat dengan pemerintah daerah Bantaeng untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian tersebut. Kawasan itu akan berdiri di lahan seluas 3.000 hektar dan menggunakan instalasi pembangkit listrik raksasa yang dibangun diatas lahan seluas 50 hektar. Bantaeng Industrial Park, menjadi bahan utama Indonesian Mineral Industry Opportunity & Challenge di Kementerian Perindustrian RI. Di lahan yang meliputi 3.000 hektare itu akan dibangun puluhan gedung bertingkat untuk perkantoran dan apartemen, bangunan industri, dan kawasan hutan kota. Perusahaan BUMN dari China, China Harbour Company, akan menanamkan investasi sekitar satu miliar dolar AS atau sekitar Rp 10 trilun untuk membangun kerjasama investasi dikawasan ini.

Bila industri pengolahan bijih nikel (smelter) di Kabupaten Bantaeng berhasil dipancang, Bantaeng akan menjadi daerah yang memiliki industri smelter terbesar di dunia. Lahan pembangunan industri pengolahan bijih nikel (Smelter) milik PT Titan Mineral Utama (TMU). Bupati melihat dari dekat pengurukan lahan seluas 128 Ha di Desa Borongloe, Kecamatan Pa’jukukang. Tercatat ada 8 pabrik smelter pengolahan nikel sedang dibangun semuanya dari investor China, mereka membangun 1 smelter dengan dana US$ 300 juta, tahun depan akan selesai 4 smelter dan 4 lainnya selesai pada 2016. Bila beroperasi dalam satu kawasan, diperkirakan total kapasitas produksi smelter Tiongkok ini akan mencapai 50 juta ton per tahun, dan diperkirakan akan menjadi smelter terbesar yang ada di Dunia.

PT. Biidznillah Tambang Nusantara (BTN) Power dan China Machinery Engineering Corporation (CMEC) juga telah menjalin kerjasama untuk membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2×300 MW di kawasan industri ini. Proyek kerjasama ini juga melibatkan perusahaan lokal yakni Bantaeng Sigma Energi (BSE). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatangan Memorandum of Agreement (MoA) oleh ketiga perusahaan tersebut di jakarta. Proyek pembangkit listrik tenaga uap tersebut diperkirakan membutuhkan kucuran dana investasi sebesar US$ 1,1 miliar. Proyek ini direncanakan selesai pada tahun 2017, dengan fokus utama untuk mencukupi kebutuhan delapan smelter yang akan dibangun di kawasan industri tersebut. Kapasitas listrik 600 Megawatt yang dihasilkan oleh proyek ini diharapkan mampu mendukung penyediaan listrik di Sulawesi Selatan.

Perusahaan Teknologi Informasi (IT) Amerika Serikat, Intergraph juga telah menawarkan jasa pemanfaatan teknologi IT untuk mendukung operasional pembangunan Bantaeng Industrial Park (BIP) ini. Berbagai jenis aplikasi IT yang mutakhir diterapkan pada pembangunan kawasan industri tersebut agar mudah dikontrol, berdasarkan uraian Enginer Manager Intergraph, Ray Howarth ketika memperkenalkan teknologi perusahaan tersebut di Kantor Bupati Bantaeng. Dalam penawaran kerjasama ini, aplikasi desain teknologi diterapkan hingga sistem process safety sehingga memudahkan pengelola kawasan BIP melakukan kontrol pengawasan dan manajemen sejak awal pembangunan hingga berjalannya manajemen.


0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer