Breaking News
Loading...
Thursday, May 22, 2014

Indonesia Mandiri Energi, Siapkah Kita?

2:53:00 AM
Oleh : Tulus Setiawan (Teknik Kimia, 2011)


FORGI - Indonesia diperdiksi bakal menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia beberapa tahun mendatang. Setelah BRIC (Brazil, Rusia, India dan Cina), Indonesia diyakini bakal menjadi kekuatan strategis baru. Jim O’Neill, seorang ekonom Inggris yang sebelumnya telah memperkenalkan BRIC kini menggadang-gadang MINT (Meksiko, Indonesia, Nigeria dan Turki) bakal menggeser BRIC di masa mendatang. Kondisi geografis yang strategis serta SDA yang melimpah ditambah dengan besarnya populasi muda angkatan kerja menjadi modal penting bagi negara-negara tersebut untuk terus tumbuh.

Indonesia yang saat ini sudah masuk ke dalam 10 besar ekonomi dunia tentunya membutuhkan pasokan energi yang cukup. Suatu keniscayaan dimana pertumbuhan ekonomi harus dibarengi pertumbuhan (ketersediaan) energi. Menjadi pertanyaan sudah cukup kuat atau siapkah kita mengingat tidak sedikit polemik yang hingga kini belum juga terselesaikan.

Isu kedaulatan dan ketahanan energi menjadi salah satu yang strategis. Saat ini lifting minyak kita hanya 820 ribu barel masih jauh sekali dari total kebutuhan konsumsi yang mencapai 1,4 juta barel. Krisis energi karena ketergantungan terhadap minyak (49,5% dari total bauran energi nasional) meski cadangannya terbilang sedikit, yaitu hanya 3,6 miliar barel dan jika tidak ada penambahan cadangan diperkirakan 12 tahun lagi akan habis. Impor minyak pun tak terelakkan. Kontrak-kontrak migas yang terkesan pro asing sama sekali tidak mencerminkan kedaulatan energi. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya ekspor gas dan batubara yang tentu akan mengganggu ketahanan energi. Belum lagi persoalan pengembangan energi terbarukan (geothermal, bioenergi, surya, angin, dll) yang berjalan sangat-sangat lamban. Padahal kebutuhan energi akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk & kemajuan ekonomi.

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer