Breaking News
Loading...
Monday, May 19, 2014

Pengolahan Gas Alam

2:50:00 AM
FORGI - Gas Alam (Natural Gas) merupakan bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana (CH4). Gas alam banyak ditemukan di ladang minyak dan gas dalam jumlah besar, dan juga di dasar tambang batu bara dalam jumlah kecil (CBM), atau dalam bentuk natural gas hydrate (NGH). Gas merupakan salah satu sumber energi yang relatif lebih murah dan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar minyak.

Komponen utama gas alam terdiri dari Metana (CH4) 81% dan sisanya (Etana, Nitrogen, Propana, CO2, Butana, Pentana, dll) 19%. Selain itu, gas alam juga mengandung impurities (pengotor) diantaranya H2O, CO2, H2S, Hg, N2, dll. Impurities ini harus dihilangkan karena beracun, korosif sehingga dapat merusak unit pengolahan dan dapat mengurangi heating value.

Gas alam bersifat mudah terbakar (flammable). Pembakaran 1 m3 gas alam dengan kualitas komersial menghasilkan 38 megajoules (10.6 kWh) atau ekivalen dengan 1031 BTU/ft3.


Sebenarnya Indonesia memiliki potensi gas yang cukup besar. Berdasarkan neraca energi fosil Indonesia tahun 2012, Indonesia memiliki cadangan minyak 7,99 miliar barel dan diperkirakan akan habis 23 tahun lagi. Bandingkan gas dengan cadangan 159,64 TSCF dan baru akan habis 55 tahun lagi. Itu belum termasuk CBM dengan sumber daya sebesar 453 TSCF dan Shale gas sebesar 574 TSCF (KESDM, 2012). Oleh karena itu, gas alam dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menyokong ketahanan energi nasional.

Gas alam (natural gas) yang diambil dari dalam perut bumi mengalami tahapan panjang sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen. Berikut ini uraian proses pengolahan minyak bumi :
 

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer