Breaking News
Loading...
Friday, April 11, 2014

Klasifikasi Bioenergi

8:38:00 PM

FORGI - Bioenergi merupakan jenis energi yang diperoleh dari makhluk hidup. Bentuk final bioenergi bisa berupa bahan bakar hayati (biofuels) yang terdiri dari  biodiesel, bioetanol, bio-oil, biogas  biometan), biohidrogen, biobriket. Selain itu ada juga listrik hayati  (bio mass electricity).

Biofuel adalah bahan bakar yang berbahan baku dari tanaman. Berdasarkan jenisnya, biofuel / BBN (Bahan Bakar Nabati) terbagi menjadi dua:

1. Bioetanol (bahan campuran/pengganti bensin)
- Diperoleh dari fermentasi gula menghasilkan alkohol
- Bahan baku berupa tanaman penghasil gula/pati dan tanaman berselulosa

2. Biodiesel (bahan campuran/pengganti solar)
- Diperoleh dari transesterifikasi lipid menghasilkan methyl ethyl ester yang komposisinya mirip diesel mineral.
- Dibuat dari tanaman yang menghasilkan minyak.

Sejak awal pengembangannya sampai saat ini, sudah ada 4 generasi bioenergi, yaitu generasi pertama yang berbasis makanan dan pakan, generasi kedua berbasis bahan berselulosa, generasi ketiga berbasis alga (blue energy), dan generasi keempat yakni mengubah vegoil dan biodiesel menjadi gasoline. Namun pengembangan bioenergi generasi keempat masih sedikit sekali.

Bioenergi Generasi Pertama
Berbasis makanan, contohnya bioetanol singkong, bioetanol jagung, biodiesel kelapa sawit. Kelebihannya mudah diolah, sedangkan kekurangannya yaitu dilema dan persaingan energi Vs pangan, butuh lahan luas.

Bioenergi Generasi Kedua
Berbasis bahan berselulosa dan limbah pertanian pasca panen, contohnya bagas tebu, jerami, sekam padi, batang jagung, jarak, kayu. Kekurangan : proses lebih sulit dan lebih mahal.

Bioenergi Generasi Ketiga
Berbasis alga, dapat memproduksi biofuel 10x lipat  dibanding jagung pada setiap hektarnya, bersifat karbon netral, dengan emisi karbon yang sangat rendah, pertumbuhan yang relatif cepat, memiliki efisiensi fotosintesis yang relatif lebih tinggi.





Referensi :
Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Kementrian Kehutanan. 2010. Lontar sebagai Sumber Energi Bioetanol Potensial. Bogor.
http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2013/10/24/potensi-maxi-dari-organisme-mini-603511.html

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer