Breaking News
Loading...
Friday, August 23, 2013

Tahapan Kegiatan Pengembangan Panas Bumi

9:10:00 PM

FORGI - Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia. Namun, pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia baru sekitar 1 GWe dari potensi 28 GWe. Jumlah ini masih tertinggal dari negara tetangga kita Filipina yang telah memiliki 2 GWe panas bumi dari potensi 6 GWe. Pemerintah menargetkan produksi listrik panas bumi pada tahun  2025 mencapai 9500 MW. Untuk mencapai target tersebut, eksplorasi panas bumi di berbagai wilayah harus dilakukan. 

Di Indonesia, tahapan kegiatan pengembangan panas bumi diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. Kegiatan operasional panas bumi terdiri dari survei, eksplorasi, studi kelayakan, eksploitasi, dan pemanfaatan. Menurut (Wards S.H dkk, 1982), tahapan eksplorasi panas bumi beserta biayanya adalah sebagai berikut :
  • Tahap Studi Literatur yang meliputi pengumpulan daya sekunder, analisa foto udara, studi geomorfologi, geologi regional, geomagnet regional dan laporan geologi lainnya yang berkaitan. Kegiatan ini diperlukan dana 20.000 dolar AS.
  • Tahap Studi Tinjau pada suatu areal yang luas yang ditentukan dari hasil studi literatur. Kegiatannya meliputi pengambilan contoh untuk analisa kimia dan isotop dari contoh air, pemetaan geologi pendahuluan dengan sekala tertentu, dan pengukuran gradient geothermal. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menaksir temperatur dan kondisi geologi faktual di lapangan panas bumi. Tahap ini memerlukan biaya 90.000 dolar AS.
  • Tahap Pemetaan areal Prospek dengan sekala semi rinci pada areal terpilih yang mempunyai peluang besar untuk memperoleh sumber uap panas bumi dari hasil eksplorasi tahap sebelumnya. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemetaan struktur geologi dengan tujuan mendapatkan data patahan dan areal reservoar panas bumi. Biaya yang diperlukan 15.000 dolar AS.
  • Penilaian areal prospek yang meliputi kegiatan pengukuran gradien geothermal dengan metoda pemboran dengan biaya 100.000 dolar AS, kegiatan pengamatan unsur kimia jarang, mineral ubahan dan pengukuran temperatur dengan biaya 25.000 dolar AS. Tujuannya memperoleh data geologi bawah permukaan.
  • Sistem modeling dengan kegiatan evalluasi data yang diperoleh sebelumnya sehingga dapat tersusun model panas bumi daerah prospek. Pekerjaan ini memerlukan dana 10.000 dolar AS.
  • Tahap Pembuatan Foto Udara Berwarna dengan sasaran membuat peta dasar rupa bumi (topografi). Tujuannya untuk membuat peta dasar yang akan digunakan untuk pemetaan geologi rinci dan kegiatan eksplorasi lainnya.
  • Tahap Deliniasi Areal Prospek yakni penggambaran areal prospek dengan kegiatan pemetaan geologi sekala rinci (1:6000) dan pengukuran tahan jenis (geolistrik) dan potensial diri. Biaya yang diperlukan mencapai 70.000 dolar AS.
  • Tahap Modelling, dengan menggunakan metode numerik dan komputerisasi dengan biaya 20.000 dolar AS.
  • Pemboran Uji dengan tujuan menguji hasil eksplorasi yang dilakukan sebelumnya dengan pemboran uji dengan kedalaman antara 500-800 m. Biaya yang diperlukan 240.000 dolar AS
  • Evaluasi pemboran dengan melakukan analisa isotop dengan tujuan perkiraan temperatur reservoar, sistem hidrotermal, perkiraan permeabilitas batuan inti bor dan serbuk pemboran, pengamatan mineral ubahan, litologi, logging geofisika. Biaya yang diperlukan mencapai 55.000 dolar AS.Penyelidikan struktur geologi dengan menggunakan metode sismik pantul dengan biaya antara 60.000 – 125.000 dolar AS. Pekerjaan ini dilakukan bila keyakinan penyelidikan sebelumnya masih diragukan.
  • Tahap Sistem Modeling dengan tujuan evaluasi data permukaan dan bawah permukaan yang diperoleh dari pemboran. Pekerjaan khusus ini memerlukan waktu 2 bulan dengan menyerahkan pekerjaan ke pihak ke-3 (konsultan ahli senior 2 orang) dengan biaya 40.000 dolar AS.
  • Pemboran Uji Produksi berdasarkan hasil evaluasi seluruh data yang diperoleh termasuk masukan dari konsultan. Biaya yang diperlukan 3.750.000 dolar AS untuk 3 sumur dengan total kedalaman 1.525 meter.
  • Uji Produksi terhadap hasil pemboran uji produksi dengan kegiatan melakukan analisa isotop, mineral ubahan dan logging dengan dana 35.000 dolar AS.
  • Tahap Modeling Reservoar dengan menggunakan perekayasaan reservoar dengan biaya 40.000 dolar AS.
  • Studi Kelayakan untuk pengembangan, kontruksi
Dari uraian tersebut di atas dapat diketahui bahwa untuk setiap daerah prospek panas bumi diperlukan dana sekitar 4,5 juta dolar AS.

-Ahmad Syihan Auzani

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer