Breaking News
Loading...
Saturday, September 21, 2013

Energi Terbarukan, Apakah Hanya Jargon?

8:51:00 PM

Oleh : Claudia Khansa (Teknik Elektro, 2012)


FORGI - Selama ini pemerintah selalu mengusung jargon hemat BBM, hemat listrik, dll. Akan tetapi, apakah jargon ini benar-benar solusi atas langkanya cadangan energi yang ada di bumi Indonesia, atau hanya akal-akalan pemerintah karena tidak sanggup mengeksplorasi lebih jauh akan potensi sumber daya energi di Indonesia. Bahkan kemungkinan terburuk, jargon ini akibat pengaruh intervensi asing dengan tujuan Indonesia menjadi negara yang “go green” dan di satu sisi sebagian besar potensi sumber daya energi yang ada di Indonesia diambil alih oleh pihak asing.



Artikel ini akan mencoba menjelaskan lebih jauh mengenai apa saja dilema energi terbarukan sebagai jargon pemerintah untuk mengurangi penggunaan energi, seperti dasar hukum pengelolaan energi dan implikasinya, hadirnya energi terbarukan, serta energi terbarukan dan dilema pelaksanaanya. Dengan kondisi politik energi yang semakin rumit dan semakin langkanya cadangan energi (yang sudah tereskplorasi) akibat minimnya teknologi, muncullah energi terbarukan sebagai solusi atas kepelikan masalah energi.

Secara environmental, energi terbarukan memang memiliki keuntungan ganda, yang pertama adalah energi terbarukan mampu menggantikan energi yang berasal dari fosil yang selama ini digunakan oleh penduduk dunia termasuk Indonesia, dan yang kedua energi terbarukan ini lebih ramah lingkungan dan berasal dari sumber-sumber terbarukan seperti dari sumber biota nabati, diantaranya kelapa sawit, pohon jarak, lemak rambutan, dan sumber lainnya yang sudah teruji. Energi terbarukan juga dianggap sebagai bentuk adaptasi dari “climate change” yang sekarang sedang terjadi dan energi terbarukan juga dianggap sebagai bentuk jawaban baru akan hasrat manusia yang tidak lepas dari penggunaan energi fosil tanpa takut merusak lingkungan.

Hadirnya energi terbarukan tidak berarti menimbulkan kontrovensi di kalangan pemerintah, warga negaranya, maupun pihak asing. Permasalahan yang pertama adalah niat dari pemerintah untuk menetapkan energi terbarukan sebagai kebijakan strategis untuk manajemen energi yang lebih efektif dan efisien. Pemerintah seakan tidak terlalu peduli akan potensi energi terbarukan sebagai sumber energi yang layak sebagai penyokong sumber energi fosil.

Kemudian yang kedua adalah dari warga negaranya yang tidak berpikir jangka panjang. Warga negara lebih suka menghabiskan apa yang ada didepan matanya daripada menyimpannya untuk anak cucunya serta tidak mau menggunakan energi terbarukan yang ramah lingkungan meskipun pemerintah telah menetapkan penggunaan energi terbarukan sebagai penyokong energi fosil yang layak dan teruji.

Kemudian yang terakhir adalah dari pihak asing. Pihak asing yang sejak lama mengincar sumber energi yang dimiliki Indonesia mendukung adanya energi terbarukan sebagai sumber energi yang ramah lingkungan dengan modus untuk mengeksplorasi sumber energi baru yang tersembunyi dan memanfaatkannya untuk kemakmurannya sendiri. 


0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer