Breaking News
Loading...
Sunday, August 11, 2013

Bioenergi Bisa Substitusi Hampir Semua Energi Final

2:25:00 AM
Bioenergi merupakan sumber daya energi yang mampu menggantikan hampir semua energi final, sebuah kemampuan yang tidak dimiliki oleh energi terbarukan lainnya.

“Hampir semua energi final yang kita lihat dan manfaatkan sekarang berpotensi disubstitusi oleh bioenergi. Kalau sumber energi lain, pemakaiannya masih harus bergantian. Kalau kita bicara, misalnya tenaga surya, kita bisa mendapatkan listriik dan heat tapi tidak bisa mendapatkan bahan bakar untuk kendaraan,” kata Direktur Bioenergi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana dalam public hearing Revisi Peraturan Menteri ESDM No 32 Tahun 2008, Senin (29/7)

Meski mungkin saja listrik dipakai untuk kendaraan, hal itu tentu tidak mudah. “Bisa saja, tapi Indonesia ini kan punya 9 juta mobil dan 49 juta sepeda motor. Ini tidak bisa diubah dalam waktu dekat. Tapi bioenergi bisa melakukan itu semua,” kata dia.

Bentuk Bervariasi

Selain itu, kata dia, bentuk bioenergi tidak hanya berbentuk cair tapi sangat bervariasi, mulai jenis bahan bakar, panas, dan listrik.

“Dengan bentuknya yang bervariasi, bioenergi dapat terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan. Bioenergi bisa dikonversikan dan hampir semua masuk dalam tahapan komersialisasi,” kata Dadan.

Dia mencontohan, di Jerman, biogas sudah dipipakan untuk dicampur dengan gas dari fosil. Sementara itu, di Thailand, biogas dari limbah industri pertanian sudah bisa dimurnikan dan dicampurkan ke dalam stasiun pengisian bahan bakar umu (SPBU).

“Kita justru punya bahan baku lebih banyak,” kata Dadan.

Teknologi Bioenergi Berkembang

Dadan juga mengatakan bahwa teknologi bioenergi terus berkembang, tidak hanya untuk peningkatan efisiensi dan produktivitas tetapi juga menghasilkan jenis-jenis energi final yang baru. Produk bioenergi terus dikembangkan seperti pellet, DME, bioethanol, bioethanol, biodiesel muda, biobuthanol, biooil, bioavtur, RDF, green jet oil, green diesel dan lainnya

“Sebagai misal bioethanol. Kementerian Kehutanan sudah selama 6 tahun meyakinkan bahwa ini salah satu sumber yang baik untuk diubah menjadi ethanol,” kata Dadan.

Dia juga mencontohkan biodiesel muda yang merupakan campuran dari biodiesel dan minyak nabati murni.

Untuk bioavtur, kata Dadan, pihaknya, Kementerian Perhubungan, dan Garuda sedang menyusun roadmap 2016 tentang biovatur di mana pada tahun itu, sebanyak 2 persen dari produk itu bisa dicampur dengan avtur.

Sementara itu refuse derived fuel (RDF) adalah sampah kota yang dikemas dalam bentuk kotak-kotak agar gampang ditransportasikan. “Pabrik-pabrik semen sudah banyak yang membeli,” kata dia.

Selain itu, tambah dia, baru-baru ini ada pihak-pihak dari Bogor yang mengaku bisa mengembangkan kompor dari tenaga air.

“Teknologi terus berkembang. Kami semua mengakomodasi dan terus mendorong, siapa yang nanti akan memberikan dampak yang besar. Ini tidak terjadi di sumber energi terbarukan lainnya,” kata dia.

Terakhir, lanjut Dadan, kalau bicara soal bioenergi, pasti berurusan dengan petani dan masyarakat sehingga unsur pro job, pro poor, pro growth dan pro environment bisa tercapai.

Semua itu, kata Dadan, bukan untuk membandingkan bahwa bioenergi ini lebih penting.


Sumber : migasreview.com
 
Toggle Footer