Breaking News
Loading...
Monday, August 19, 2013

Beragam Jenis Bioenergi dari Alga

4:44:00 AM
FORGI - Indonesia memiliki potensi besar sebagai penghasil biofuel dari alga. Ada beragam jenis bioenergi yang bisa dihasilkan, seperti biodiesel, biohidrogen, biometana, bio-oil, bioetanol dan biometanol. Hal yang menarik dari alga sebagai sumber biofuel adalah alga dapat memproduksi biofuel 10x lipat  dibanding jagung pada setiap hektarnya. Sebagian peneliti mengestimasi CO2 yang dihasilkan dari pembakaran biofuel sama dengan CO2 yang diserap alga saat memproduksi biofuel. Artinya, bioenergi alga bersifat karbon netral, dengan emisi karbon yang sangat rendah (atau berdasarkan estimasi tidak ada emisi. Kelebihan alga lainnya adalah alga memiliki pertumbuhan yang relatif cepat dapat ditumbuhkan pada area yang tidak dapat ditumbuhi tanaman pangan, dan memiliki efisiensi fotosintesis yang relatif lebih tinggi. 

Salah satu bentuk cadangan energi alga adalah lemak/lipid. Jumlah lipid pada laga berkisar 2-60% total berat keringnya. Lipid pada alga dapat diekstraksi dan dikonversi menjadi biodiesel.

Alga juga dapat menghasilkan hidrogen jika ditumbuhkan pada kondisi tertentu. Hidrogen yang dihasilkan dapat dijadikan bahan bakar. Hidrogen dihasilkan alga melalui fermentasi gelap, fotofermentasi atau fotolisis air pada kondisi yang dijaga anaerobik.

Kelebihan dari produksi hidrogen adalah hidrogen tidak terakumulasi pada kultur dan mudah terlepas. Metode fermentasi gelap lebih memungkinkan untuk dilakukan karena memiliki kelebihan, yaitu laju produksi yang tinggi, kebutuhan energi yang lebih rendah, dan mudah untuk dioprasikan. Pada fermentasi gelap, karbohidrat dikonversi menjadi gas hidrogen. 

Hidrogen dari alga masih memiliki tantangan, yaitu efisiensi produksinya yang masih rendah dibanding hidrogen dari bahan bakar fosil. Tantangan lain dalam produksi bioenergi alga adalah pada proses ekstraksi dan scale-up nya yang masih terus dikembangkan.

-Taufik Hidayat A.

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer