Breaking News
Loading...
Saturday, August 10, 2013

Alga sebagai Sumber Bioenergi

4:47:00 AM
FORGI - Bioenergi merupakan energi terbarukan yang bersumber dari makhluk hidup dan turunannya. Salah satu sumber bioenergi adalah alga. Alga merupakan organisme eukariot uni/multiseluler fotosintetik berukuran mikroskopis hingga puluhan meter dengan pigmen warna yang berbeda-beda. Alga yang umumnya digunakan adalah alga mikroskopis (mikroalga). Ada beragam jenis alga yang dapat digunakan untuk memproduksi bioenergi.

Penelitian masih terus dilakukan untuk memilih spesies & strain alga yang tepat, yaitu yang memiliki yield produksi biofuel yang besar, konten lipid yg besar, laju pertumbuhan yang cepat, ketahanan terhadap perubahan lingkungan, kompetisi yang kuat dengan spesies lain dan lain lain.

Ada 2 metode kultivasi mikroalga, yaitu dengan sistem kolam terbuka (open ponds) dan sistem tertutup (photobioreactor). Kelebihan dari sistem open ponds adalah kesederhanaannya. Sistem open ponds lebih mudah untuk dikonstruksi & dioprasikan  Hasilnya, biaya produksi dan biaya operasi pada sistem open ponds juga menjadi lebih murah. Akan tetapi, sistem open ponds memiliki kekurangan. Karena bersifat terbuka, alga lebih mudah tercampur kontaminan mikroorganisme lain. Adanya kontaminasi bakteri lain dapat mengurangi jumlah alga karena alga dapat dimakan oleh bakteri tersebut. Akibatnya produksi berkurang. Kondisi optimum pertumbuhan, seperti suhu, juga menjadi lebih sulit dikontrol pada sistem open ponds. 

Masalah lain pada sistem open ponds adalah evaporasi yang besar dan membutuhkan area yang luas. Alga membutuhkan sinar matahari, karenanya kolam harus dibuat dangkal. Jadi, untuk hasil yang lebih banyak dibutuhkan area yang luas.

Pada sistem tertutup, digunakan fotobioreaktor untuk menumbuhkan alga. Kelebihannya adalah kontaminasi lebih sedikit, kondisi pertumbuhan lebih mudah dikontrol,  evaporasi yang sangat rendah (atau tidak ada), distribusi cahaya yang lebih baik karena cahaya dapat bersumber tidak hanya dari satu sisi dan membutuhkan ruang yg lebih sedikit. Akan tetapi, fotobioreaktor memiliki kekurangan utama, yaitu membutuhkan biaya yang besar.

Indonesia sendiri memiliki potensi besar sebagai penghasil biofuel dari alga. Indonesia memiliki intensitas cahaya yang besar yang dibutuhkan untuk pertumbuhan alga. Indonesia juga memiliki beragam spesies alga yang memungkinkan untuk dikembangkan dan diteliti lebih lanjut untuk produksi bioenergi.

-Taufik Hidayat A.

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer