Breaking News
Loading...
Tuesday, May 7, 2013

Notulensi Diskusi Forum Energi FTUI "Kebijakan Energi Nasional"

2:29:00 AM
Hari, tanggal : Selasa, 7 Mei 2013
Tempat : EC 303
Notulis : Muchtazam Mulsiansyah

Diskusi Forum Energi ini dibuka oleh Beatrix selaku MC. Beatrix memberitahukan bahwa diskusi kali ini akan membahas tentang kebijakan energi nasional dengan pembicara Prof. Dr. Ir Iwa Garniwa Mulyana K.MT (Kepala Pengkajian Energi Universitas Indonesia).

Acara dimulai dengan pemutaran video Forgi FTUI, dan dilanjutkan dengan pembacaan CV dari Prof. Iwa Garniwa. Dan Beatrix membacakan kembali overview tentang diskusi kali ini.

Kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari Prof. Iwa Gurniwa. Prof. Iwa sangat mengapresiasi adanya FORGI FTUI. Lalu Prof Iwa melanjutkan, bahwa permasalahan Indonesia kedepannya adalah tentang energi, dan hal tersebut adalah hal yang pasti, namun karena ketidak transparanan atau ketidak terbukaan pemerintah bahwa Energi sedang bermasalah. Energi terbagi 2 yaitu energi termal dan energi listrik, Kita harus sama melihat situasi energi di Indonesia, yaitu 2 poin penting pembangunan energi nasional berkelanjutan. Pengertian berkelanjutan adalah renewable, namun energi ada juga yang non-renewable. Berkelanjutan ini kita harus berpikir bahwa difinisinya adalah jangka panjang.

Menurut data energi minyak tinggal 20 tahun jika selalu digunakan secara terus menerus dalam industry. Gas 20 tahun, batubara 150 tahun. Dalam perencanaan kita harus berpikir manusia sebagai subjek, sebagai pelaku. Kebutuhan energi akan terus berlanjut, maka kita harus berpikir tentang energi yang berkeberlanjutan. Energi berkelanjutan ini dibutuhkan untuk jangka panjang, seperti nuklir. Namun, banyak yang kontra dengan nuklir ini. Mindset dalam masyarakat mereka tidak peduli darimana sumber energi tersebut.

Arab Saudi memiliki jumlah minyak terbesar di dunia, Indonesia peringkat 26, namun kita tidak dapat menyebutkan bahwa Indonesia kaya, karena harus dibandingkan dengan jumlah penduduk. Energi dibagi dengan jumlah penduduk (capital). Harus diubah mindset kita tentang energi

Apakah kita sudah Adil? Tidak, berbicara subsidi bbm dan subsidi listrik kita semua dapat subsidi. Hitungan rata-rata Prof. Iwa kita dapat subsidi 8 juta, namun ada di luar sana anak-anak yang pergi sekolah menyebrangi sungai. Banyak orang Indonesia yang tidak mendapatkan listrik, namun kita dapat menikmati subsidi tersebut. Ketidakadilan kedua, kita lupa system Indonesia tidak ada pemerataan tentang system ekonomi. Konsentrasi pertumbuhan ekonomi terpusat di Jawa. Di Kalimantan orang mengantri untuk minyak, padahal Kalimantan sumber energi yang besar.

Asas pengelolaan energi dinilai 2 menurut Prof. Iwa yang paling penting, yaitu Keberlanjutan dan Efesiensi Berkeadilan. Ketahanan Nasional bergantung pada ketahanan energi. Ekspor energi dapat merusak ketahanan energi nasional. Ironisnya kita sedang krisis listrik, penyebaran energi tidak merata, dan disisi lain kita menjual energi ke luar negeri. Ketahanan Energi ada 2 sisi, yaitu sisi policy dan lingkungan. Presiden mengatakan emisi Indonesia akan berkurag 26%, namun itu tidak masuk akal, sebab kita masih bergantung pada energi fosil.

Permasalahan energi nasional, kita harus berhati-hati mengatakan kita kaya akan energi, lebih baik untuk mengatakan potensi energi yang besar, namun permasalahannya adalah pada tata kelola energi nasional. Pengelolaan energi belum sepenuhnya menerapkan prinsip keberlanjutan yang berwawasan lingkungan.

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer