Breaking News
Loading...
Friday, April 5, 2013

Kompleksitas Masalah Energi

2:26:00 PM
Muhammad Defrian (Teknik Mesin, 2010) 

FORGI - Pada dasarnya semua elemen kehidupan butuh energi. Mutlak. Bumi, langit, mahluk hidup, dan semua buatan cina butuh energi.  Dari sd kita sudah tau bahwa untuk memenuhi kebutuhan tersebut kita membutuhkan energi dalam bentuk yang berbeda-beda. Panas, listrik, potensial, you name it. Suatu saat ketika kita membutuhkan energi dalam bentuk tertentu, namun yang kita temui adalah energi bentuk lain, maka yang perlu kita lakukan adalah mengkonversi energi tersebut kebentuk yang kita inginkan.

Angin, Sumber Energi Terbarukan dan Ramah Lingkungan
Sumber : www.thegwpf.com

Belakangan yang menjadi masalah adalah perihal konversi energi. tentu saja, konversi energi tidak semudah membalik telapak tangan. Maka banyak orang yang membicarakannya untuk mencari solusinya. Sehingga, menurut saya, salah jika orang mengatakan "krisis energi". Seakan-akan energi bisa habis. Padahal energi itu kekal.  Sehingga,  yang terjadi sesungguhnya adalah "krisis konversi energi". Energi sangat melimpah, namun bukan dalam bentuk yang kita inginkan.

Masalah kedua, menurut saya, adalah dampak dari konversi energi tersebut. dampak lingkungan, sosial, dan lain-lain. Mari sejenak simak dialog berikut.


Teknik perminyakan dan pertambangan : bahan bakar fosil sangat banyak, hanya butuh teknologi yang lebih canggih untuk mendapatkannya.

Teknik lingkungan : cukup dengan membakar semua  bahan bakar fosil, bumi sudah terlalu panas dan hampir rusak.

Tenik kimia, mesin dan elektro : tenang-tenang. bahan bakar fosil bukan satu-satunya. kami masih bisa mendesain alat konversi energi yang lebih ramah lingkungan kok.

Teknik minyak dan tambang : ha? waduh, trus kita makan apa? masa kami harus jualan di pasar? kami kehilangan kerjaan...

Ekonomi : yap, betul. bukan hanya kalian, perusahaan-perusahaan minyak juga bakal bangkrut, banyak PHK. makin miskin lagi. lagian alat ramah lingkungan masih mahal. siapa yang mau beli? ga untung itu mah.

Kesehatan masyarakat : tapi, kalian ga tau? banyak orang yang sakit pernafasan karena asap, bumi yang memanas juga bikin penyakit baru. gaya hidup kita harus lebih sehat, energinya juga.

Psikologi : tapi merubah gaya hidup ga gampang. masyarakat harus siap. harus perlahaan. kalau syok, chaos bisa terjadi.

Komunikasi : hei psikolog, serahkan pada saya, biar saya yang pubikasi ke masyarakat. hehe

Kriminolog : tenang saja, agent of chaos biar saya yang tangani.

Ilmu komputer : saya lupa skrip saya. haaaaaaaa

Ilmu politik : hahaha (megang kumis). tenang semua. ini masalah kecil, bisa diatur

Hukum : kenapa bisa diatur? semua ada undang-undangnya. kita tinggal ikuti undung-undang dan blue print yang ada.

Ilmu politik : hahaha. undang-undang bisa di amandemen, blue print juga. saya kan wakil rakyat. saya faham yang rakyat mau.

Teknik lingkungan : yang rakyat mau? emangnya rakyat mau terus bakar bahan bakar fosil? Gitu?

Tenik kimia, mesin dan elektro : iya, rakyat mau yang ramah lingkungan. tapi kenapa kebijakanmu ga memihak kami, sehingga biaya produksi kami masih mahal. alih-alih produksi, kebijakanmu lebih memudahkan impor dari pada produksi dalam negri. cuihhh...

Tata boga : kita harus berfikir jernih. saya rasa kalian semua leper. mending makan dulu yookk.

Semua : ayooooookkkkkkk :D
 

Inilah kenapa indonesia masih belum bisa mengelola sumber daya energinya dengan baik. dan bukan hanya indonesia, dunia juga masih mengalami konflik ini, walau tidak semua. Membahas energi tidak semata hanya kajian mahasiswa teknik. Hampir semua jurusan juga berperan dalam hal ini, karena pembahasannya akan luas dan menjalar ke berbagai bidang.


0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer