Breaking News
Loading...
Friday, March 22, 2013

Potensi Geotermal Indonesia

6:51:00 PM
FORGI - Energi panas bumi atau geothermal energy adalah energi panas yang terdapat di dalam bumi. Suhu lapisan bumi bertambah tiga derajat celcius setiap kedalaman bertambah seratus meter. Hal ini terjadi karena pada inti bumi terdapat magma yang memiliki temperatur sekitar seribu derajat celcius. Magma dapat keluar hingga ke permukaan bumi seperti pada gunung berapi. Lapisan bumi yang berada dekat dengan magma akan menerima panas dan mengalami peningkatan temperatur. Energi panas ini dapat dikonversikan dan dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup manusia. 

Energi panas bumi sudah lama dikembangkan dan digunakan. Energi panas bumi pertama kali dimanfaatkan untuk pembangkit listrik pada tahun 1904 di Italia. Pencarian energi panas bumi di Indonesia pertama kali dilakukan pada tahun 1918 di daerah kawah Kamojang dan pada tahun 1926 hingga 1929 dimulai pengeboran. Eksplorasi tersebut terhenti karena pecahnya perang dunia dan perang kerdekaan Indonesia. Kegiatan eksplorasi secara luas dilakukan pada tahun 1972. Direktorat vulkanologi dan Pertamina melakukan survey di seluruh wilayah Indonesia dengan bantuan pemerintah Perancis dan Selandia Baru. Dari survey tersebut, diketahui bahwa di Indonesia terdapat 256 prospek panas bumi yaitu sepanjang jalur vulkanik dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Sulawesi.Pada tahun 1983 PLTPB (Pembangkit Listrikl Tenaga Panas Bumi) Unit 1 Kamojang yang memiliki kapasitas 30 MW diresmikan oleh presiden Soeharto. PLTPB di kamojang saat ini memiliki daya bangkitan 200 MW yang dihasilkan oleh empat unit PLTPB.

Sumber : PT. PGE
Beberapa PLTPB yang sudah beroperasi di Indonesia antara lain adalah PLTPB Sibayak (12 MW), Salak (375 MW), Wayang Windu(227 MW), Kamojang (200 MW), Darajat (255 MW), Dieng (60 MW), dan Lahendong (60 MW). Sebagian besar panas bumi di Indonesia digarap oleh Pertamina Geothermal Energy. PLTPB Salak dan Darajat dioperasikan oleh KOB-Chevron Geothermal, PLTPB dieng dioperasikan Geo Dipa Energi, dan PLTPB Wayang Windu dioperasikan oleh KOB-Star Energy Geothermal namun operator-operator tersebut beroperasi dengan lisensi dari Pertamina Geothermal Energy.

Panas bumi merupakan energi yang relative murah. Biaya operasional energi panas bumi sebesar 0,06 – 0,08 dollar AS per kWh. Sedangkan Investasi yang diperlukan untuk membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi sebesar 800 – 3000 dollar AS per kW. Di seluruh dunia telah dibangun PLTPB dengan kapasitas daya terpasang 8,0 GW yang menyebar di Kawasan Amerika 3,8 GW, Asia 2,9 GW, Eropa 0,9 GW dan Pasifik 0,4 GW. Kapasitas daya terpasang ini mengalami pertumbuhan rata-rata 5% per tahun. Negara dengan kapasitas daya terpasang PLTPB terbesar adalah Amerika serikat sekitar 3 GW, disusul Negara tetangga kita, Filipina sekitar 1,9 GW. Seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional dan merebaknya isu-isu lingkungan, Indonesia harus mengembangkan dan menambah investasi untuk energi panas bumi.

Mengingat potensi sumber panas bumi potenstial yang besar di Indonesia, jika dimanfaatkan dengan benar akan memainkan peran utama dalam mengamankan pasokan energi dan target pertumbuhan ekonomi yang kuat. Indonesia memiliki potensi Panas bumi terbesar, yaitu 40% dari potensi dunia. Tahun 2011 potensi panas bumi indonesia sebesar 29.308 MW dan tersebar di 276 lokasi, namun sampai saat ini yang dimanfaatkan baru 4% nya.

-Ahmad Syihan Auzani

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer