Breaking News
Loading...
Thursday, February 7, 2013

Potensi Energi Surya di Indonesia

1:34:00 AM
FORGI - Indonesia terletak di garis khatulistiwa. Di seluruh Indonesia cahaya matahari berlimpah dengan intensitas rata-rata 4,8 kWh/m2 per hari. Bandingkan dengan negara yang terletak jauh dari khatulistiwa yang tidak sepanjang tahun mendapat cahaya matahari berlimpah seperti negara di khatulistiwa.

4,8 kWh/m2 setara dengan 112.000 GWp, namun yang dimanfaatkan baru 10 MWp. Proyek “sejuta rumah dengan energi surya” dari 2005-2025 mentargetkan pada tahun 2025 baru akan ada 0,87 GW PLTS yang akan terpasang.  Masih jauh dari yang seharusnya yang artinya masih berlimpah ruah kesempatan untuk mencapai target maksimal.

Indonesia adalah negara kepulauan. Memanfaatkan energi surya lebih efisien (jika sel surya sudah bisa efisien (yang nantinya akan menjadi efisien)) dibanding memasok energi dari pembangkit di luar pulau kemudian mentransmisikannya ke pulau tersebut dengan kabel.

Ironinya adalah negara Indonesia yang berlimpah ruah sinar matahari ini bukanlah pemasok sel surya sehingga tidak bisa mengolah sinar matahari tersebut menjadi energi untuk negaranya. Sel surya tersebut dibeli dari luar negeri bahkan dari negara yang tidak sepanjang tahun mendapatkan sinar matahari berlimpah. Selain itu bahan material untuk membuat sel surya tersebut juga mahal.

Namun dengan investasi yang mahal dan hasil sumber energi yang tidak dapat habis (matahari punya umur hidup yang masih sangat lama) sepertinya cukup sepadan. Jika Indonesia tidak menguasai energi surya sekarang, di masa yang akan datang, yang punya energi adalah yang berkuasa. Tunggu apa lagi? Apakah kita mau menunggu hingga negara lain mengambil alih daratan Indonesia dengan memasang PLTS milik mereka dan menggunakan energinya untuk mereka karena kita tidak bisa mengolahnya?

-Josua Agustinus S.

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer